Istilah
kepribadian merupakan terjemahan dari Bahasa Inggirs “personality”.
Sedangkan istilah personality secara etimologis berasal dari Bahasa
latin “person” (kedok) dan “personare” (menembus). Persona biasanya
dipakai oleh para pemain sandiwara pada zaman kuno untuk memerankan
suatu bentuk tingkah laku dan karakter pribadi tertentu. Sedangkan yang
dimaksud dengan personare adalah bahwa para pemain sandiwara itu dengan
melalui kedoknya berusaha menembus keluar untuk mengekspresikan suatu
bentuk gambaran manusia tertentu. Misalnya: seorang pendiam, pemurung,
periang, peramah, pemarah dan sebagainya. Jadi, persona itu bukan
pribadi pemain itu sendiri, tetapi gambaran pribadi dari tipe manusia
tertentu dengan mealui kedok yang dipakainya. Lalu bagaimanakah para
pakar psikologi mendifinisikan kepribadian itu sendiri? Apakah
aspek-aspek kepribadian itu? Lalu bagaimana kepribadian itu berkembang?
Pengertian Kepribadian
itu memiliki banyak arti, bahkan saking banyaknya boleh dikatakan
jumlah definisi dan arti dari kepribadian adalah sejumlah orang yang
menafsirkannya. Hal ini terjadi karena adanya perbedaan dalam penyusunan
teori, penelitian dan pengukurannya. MAY mengartikan keperibadian
sebagai “Personalitiy is a social stimus value”. Artinya personality itu
merupakan perangsang bagi orang lain. Jadi bagaimana orang lain
bereaksi terhadap kita, itulah kepribadian kita.
MecDougal dan
kawan-kawannya berpendapat, bahwa kepribadian adalah “tingkatan
sifat-sifat dimana biasanya sifat yang tinggi tingkatannya mempunyai
pengaruh yang menentukan”.
Sigmund Freud memandang kepribadian
sebagai suatu struktur yang terdiri dari tiga sistem yaitu Id, Ego dan
Superego. Dan tingkah laku, menurut Freud, tidak lain merupakan hasil
dari konflik dan rekonsiliasi ketiga sistem kerpibadian tersebut.
Sedangkan
Gordon W. Allport memberikan difinisi kepribadian sebagai berikut:
“Kepribadian adalah organisasi dinamis dalam diri individu sebagai
sistem praktis psikofisis yang menentukan caranya yang khas dalam
menyesuaikan diri terhadap lingkungan”.
Dari difinisi tersebut ada beberapa unsur yang perlu dijelaskan, yaitu sebagai berikut:
Organisasi
dinamis, maksudnya adalah bahwa kepribadian itu selalu berkembang dan
berubah walaupun ada organisasi sistem yang mengikat dan menghubungkan
sebagai komponen kepribadian.
Psikofisis, ini menunjukan bahwa
kepribadian bukanlah semata-mata material fisik), tetapi merupakan
perpaduan kerja antara aspek psikis dan fisik dalam kesatuan
kepribadian.
Istilah menetukan, berarti bahwa kepribadian
mengandung kecenderungan-kecenderungan menentukan (determinasi) yang
memainkan peran aktif dalam tingkah laku individu. Kepribadian adalah
sesuatu dalam melakukan sesuatu. Kepribadian terletak dibelakang
perbuatan-perbuatan khusus dan di dalam individu. Dalam arti kepribadian
itu bukan hanya ada selama ada orang lain bereaksi terhadapnya, tetapi
lebih jauh dari itu mempunyai eksetensi real (keadan nayata), yang
termasuk di dalamnya segi-segi neural dan fisiologis.
Unique (khas), ini menunjukan bahwa tidak ada dua orang yang mempunyai kepribadian yang sama.
Menyesuaikan
diri terhadap lingkungan, ini menunjukkan bahwa kepribadian mengantari
individu dengan lingkungan fisik dan lingkungan psikologisnya,
kadang-ladang menguasainya. Jadi kepribadian adalah suatu yang mempunyai
fingsi atau arti adaptasi dan menentukan.
Berdasarkan penjelasan
Allport tersebut kita dapat melihat bahwa kepribadian sebagai suatu
organisasi (berbagai aspek psikis dan fisik) merupakan suatu struktur
dan sekaligus proses. Jadi, kepribadian merupakan sesuatu yang dapat
berubah. Secara eksplisit Allport menyebutkan, kepribadian secara
teratur tumbuh dan mengalami perubahan.
Dari beberpa difinisi yang telah dibuat oleh mereka, maka dapat disimpulkan bahwa:
Kepribadian
itu merupakan suatu kebulatan, dan kebulatan itu bersifat kompleks,
sedang kekomplekskannya itu disebabkan oleh karena banyaknya
faktor-faktor dalam dan faktor-faktor lauar yang ikut menentukan
kepribadian itu. Paduan antara faktor-faktor dalam dan faktor-faktor
luar itu menimbulkan gambaran yang unik. Artinya tidak ada dua orang
yang memiliki kepribadian yang benar-benar sama persis.
Aspek-Aspek Keperibadian
Para
ahli psikologi memberikan penekanan bahwa yang dipelajari oleh
psikologi bukanlah jiwa, tetapi tingkah laku manusia, baik perilaku yang
kelihatan (overt) maupun yang tidak kelihatan (covert).
Tingkah laku manusia dianalisis ke dalam tiga aspek atau fungsi, yaitu:
Aspek
Kognitif (pengetahuan), yaitu pemikiran, ingatan, hayalan, daya bayang,
inisiatif, kreativitas, pengamatan, dan pengindraan. Fungsi aspek
kognitif adalah menunjukkan jalan, mengarahkan, dan mengendalikan
tingkah laku.
Aspek Afektif, yaitu kejiwaan yang berhubungan
dengan kehidupan alam perasaan atau emosi, sedangkan hasrat, kehendak,
kemauan, keinginan, kebutuhan, dorongan, dan element motivasi lainnya
disebut aspek konatif atau psiko-motorik (kecenderungan atau niat
tindak) yang tidak dapat dipisahkan dengan aspek afektif. Kedua aspek
tersebut sering disebut aspek finalis yang berfungsi sebagai energi atau
tenaga mental yang menyebabkan manusia bertingkah laku.
Aspek Motorik, yaitu berfungsi sebagai pelaksana tingkah laku manusia seperti perbuatan dan gerakan jasmani lainnya.
Perkembangan Kepribadian Meskipun
kepribadian seseorang itu relatif konstan, namun dalam kenyataannya
sering ditemukan bahwa perubahan kepribadian dapat dan mungkin terjadi,
terutama dipengaruhi oleh faktor lingkungan dari pada faktor fisik.
Erikson mengemukakan tahapan perkembangan kepribadian dengan
kecenderungan yang bipolar:
1. Masa bayi (infancy) ditandai
adanya kecenderungan trust – mistrust. Perilaku bayi didasari oleh
dorongan mempercayai atau tidak mempercayai orang-orang di sekitarnya.
Dia sepenuhnya mempercayai orang tuanya, tetapi orang yang dianggap
asing dia tidak akan mempercayainya. Oleh karena itu kadang-kadang bayi
menangis bila di pangku oleh orang yang tidak dikenalnya. Ia bukan saja
tidak percaya kepada orang-orang yang asing tetapi juga kepada benda
asing, tempat asing, suara asing, perlakuan asing dan sebagainya. Kalau
menghadapi situasi-situasi tersebut seringkali bayi menangis.
2.
Masa kanak-kanak awal (early childhood) ditandai adanya kecenderungan
autonomy – shame, doubt. Pada masa ini sampai batas-batas tertentu anak
sudah bisa berdiri sendiri, dalam arti duduk, berdiri, berjalan,
bermain, minum dari botol sendiri tanpa ditolong oleh orang tuanya,
tetapi di pihak lain dia telah mulai memiliki rasa malu dan keraguan
dalam berbuat, sehingga seringkali minta pertolongan atau persetujuan
dari orang tuanya.
3.
Masa pra sekolah (Preschool Age) ditandai adanya kecenderungan
initiative – guilty. Pada masa ini anak telah memiliki beberapa
kecakapan, dengan kecakapan-kecakapan tersebut dia terdorong melakukan
beberapa kegiatan, tetapi karena kemampuan anak tersebut masih terbatas
adakalanya dia mengalami kegagalan. Kegagalan-kegagalan tersebut
menyebabkan dia memiliki perasaan bersalah, dan untuk sementara waktu
dia tidak mau berinisatif atau berbuat.
4.
Masa Sekolah (School Age) ditandai adanya kecenderungan
industry–inferiority. Sebagai kelanjutan dari perkembangan tahap
sebelumnya, pada masa ini anak sangat aktif mempelajari apa saja yang
ada di lingkungannya. Dorongan untuk mengatahui dan berbuat terhadap
lingkungannya sangat besar, tetapi di pihak lain karena
keterbatasan-keterbatasan kemampuan dan pengetahuannya kadang-kadang dia
menghadapi kesukaran, hambatan bahkan kegagalan. Hambatan dan kegagalan
ini dapat menyebabkan anak merasa rendah diri.
5.
Masa Remaja (adolescence) ditandai adanya kecenderungan identity –
Identity Confusion. Sebagai persiapan ke arah kedewasaan didukung pula
oleh kemampuan dan kecakapan-kecakapan yang dimilikinya dia berusaha
untuk membentuk dan memperlihatkan identitas diri, ciri-ciri yang khas
dari dirinya. Dorongan membentuk dan memperlihatkan identitasdiri ini,
pada para remaja sering sekali sangat ekstrim dan berlebihan, sehingga
tidak jarang dipandang oleh lingkungannya sebagai penyimpangan atau
kenakalan. Dorongan pembentukan identitas diri yang kuat di satu pihak,
sering diimbangi oleh rasa setia kawan dan toleransi yang besar terhadap
kelompok sebayanya. Di antara kelompok sebaya mereka mengadakan
pembagian peran, dan seringkali mereka sangat patuh terhadap peran yang
diberikan kepada masing-masing anggota.
6.
Masa Dewasa Awal (Young adulthood) ditandai adanya kecenderungan
intimacy – isolation. Kalau pada masa sebelumnya, individu memiliki
ikatan yang kuat dengan kelompok sebaya, namun pada masa ini ikatan
kelompok sudah mulai longgar. Mereka sudah mulai selektif, dia membina
hubungan yang intim hanya dengan orang-orang tertentu yang sepaham. Jadi
pada tahap ini timbul dorongan untuk membentuk hubungan yang intim
dengan orang-orang tertentu, dan kurang akrab atau renggang dengan yang
lainnya.
7.
Masa Dewasa (Adulthood) ditandai adanya kecenderungan
generativity-stagnation. Sesuai dengan namanya masa dewasa, pada tahap
ini individu telah mencapai puncak dari perkembangan segala
kemampuannya. Pengetahuannya cukup luas, kecakapannya cukup banyak,
sehingga perkembangan individu sangat pesat. Meskipun pengetahuan dan
kecakapan individu sangat luas, tetapi dia tidak mungkin dapat menguasai
segala macam ilmu dan kecakapan, sehingga tetap pengetahuan dan
kecakapannya terbatas. Untuk mengerjakan atau mencapai hal– hal tertentu
ia mengalami hambatan.
8.
Masa hari tua (Senescence) ditandai adanya kecenderungan ego integrity –
despair. Pada masa ini individu telah memiliki kesatuan atau intregitas
pribadi, semua yang telah dikaji dan didalaminya telah menjadi milik
pribadinya. Pribadi yang telah mapan di satu pihak digoyahkan oleh
usianya yang mendekati akhir. Mungkin ia masih memiliki beberapa
keinginan atau tujuan yang akan dicapainya tetapi karena faktor usia,
hal itu sedikit sekali kemungkinan untuk dapat dicapai. Dalam situasi
ini individu merasa putus asa. Dorongan untuk terus berprestasi masih
ada, tetapi pengikisan kemampuan karena usia seringkali mematahkan
dorongan tersebut, sehingga keputusasaan acapkali menghantuinya.
Kedelapan tahapan perkembangan kepribadian dapat digambarkan dalam tabel berikut ini:
Ericson
tidak merasa bahwa semua periode yang penting dalam bertambahnya
perbuatan yang disengaja dan kemampuan yang lebih tinggi terjadi pada
masa kritis secara berturut-turut. Ia menegaskan bahwa perkembangan
psikologi terjadi karena tahapan-tahapan kritikal. Kritikal adalah
karateristik saat membuat keputusan antara kemajuan dan kemunduran. Pada
situasi seperti ini bisa saja terjadi perkembangan atau kegagalan,
sehingga dapat mengakibatkan masa depan yang lebih baik atau lebih
buruk, tetapi sebetulnya situasi tersebut dapat disusunkembali. Ericson
percaya bahwa kepribadian masih dapat dibuat dan diubah pada masa
dewasa.
Ingat
keperibadian itu bisa berubah, entah itu ke arah yang psitif atau
negatif, semakin matang atau malah mundur. Tentu yang kita inginkan
adalah menjadi pribadi yang baik , baik itu di mata kita atau
lebih-lebih di mata orang-orang banyak yang hidup berdampingan dengan
kita. Bukan begitu?
Perilaku
manusia juga dilatar belakangi oleh sikap. Sikap sendiri memeiliki
pengertian sebagai “organisasi pendapat, keyakinan seseorang mengenai
objek atau situasi relatif yang relatif ajeg yang disertai adanya
perasaan tertentu dan memberikan dasar kepada organisme untuk membuat
respon atau perilaku dalam cara tertentu yang dipilihnya”. Atau dalam
bahasa sederhana sikap adalah kesediaan beraksi terhadap suatu hal. Sikap memiliki beberapa pengertian dan definisi sebagai berikut : • Sikap adalah predisposisi mental untuk melakukan suatu tindakan (Kimmball Young (1945) •
Sikap adalah keajegan dan kekhasan perilaku seseorang dalam hubungan
dengan stimulus manusia atau kejadian-kejadian tertentu (Sherif &
sherif 1956) • Sikap adalah
predidposisi yang dipelajari untuk merespon secara konsisten dalam
tatacara tertentu dan berkenaan dengan objek tertentu (Fishbein &
Ajzen 1975) • Kesimpulannya pengertain sikap adalah kecenderungan untuk bertindak dan bereaksi terhadap stimulus atau rangsangan.
Komponen sikap Sikap merupakan hubungan dari berbagai komponen yang terdiri atas : a. Komponen kognitif :
yaitu komponen yang tersusun atas dasar pengetahuan dan informasi yang
dimilki seseorang tentang objek sikapnya atau komponen yang berkaitan
dengan pengetahuan, pandangan, keyakinan atau bagaimana mempersepsi
objek b. Komponen afektif : komponen yang bersifat evaluatif yang berhubungan dengan rasa senang dan tidak senang c. Komponen konatif :
kesiapan seseorang untuk bertingkah laku yang berhubungan dengan objek
sikapnya atau komponen yang berhubungan dengan kecenderungan bertindak
terhadap objek
Ciri-ciri sikap Sikap memiliki ciri-ciri sebagai berikut : a. Sikap tidak dibawa sejak lahir Berarti
manusia dilahirkan tidak membawa sikap tertentu pada suatu objek. Oleh
karenanya maka sikap terbentuk selama perkembangan individu yang
bersangkutan. Karena terbentuk selama perkembangan maka sikap dapat
berubah, dapat dibentuk dan dipelajari. Namun kecenderungannya sikap
bersifat tetap. b. Sikap selalu berhubungan dengan objek Sikap terbentuk karena hubungan dengan objek-objek tertentu, melalui persepsi terhadap objek tersebut. c. Sikap dapat tertuju pada satu objek dan sekumpulan objek Bila seseorang memiliki sikap negatif pada satu orang maaka ia akan menunjukkan sikap yang negatif pada kelompok orang tersebut. d. Sikap itu dapat berlangsung lama atau sebentar Jika
sikap sudah menjadi nilai dalam kehidupan seseorang maka akan
berlangsung lama bertahan, tetapi jika sikap belum mendalam dalam diri
seseorang maka sikap relaatif dapat berubah. e. Sikap mengandung perasaan atau motivasi Sikap
terhaadap sesuaatu akan diikuti oleh perasaan tertentu baik positif
maupun negatif. Sikap juga mengandung motivasi atau daya dorong untuk
berperilaku.
Tutorial php Sistem Login dengan Tipe User & Hak Akses Berbeda menjelaskan langkah langkah membuat login sistem dengan beberapa tipe user yang memiliki hak akses yang berbeda beda pula.
Pada tutorial ini Anda mungkin menemukan hal
baru atau hal yang bisa membingungkan, oleh karena itu Anda perlu
membaca dengan seksama!
Sistem login menyangkut 2 hal/konsep/proses yaitu Otentikasi & Otorisasi atau Authentication & Authorization
Otentikasi & Otorisasi
Kedua konsep ini perlu dipahami sebelum memulai membuat kode login sistem yang akan dijelaskan di tutorial php ini.
Otentikasi atau Authentication adalah proses
mengkonfirmasi identitas dari seseorang atau suatu benda. Misalkan pada
saat pulang ke rumah dan mengetuk pintu masuk, maka ibu Anda akan
menanyakan siapa yang mengetuk pintu, sebelum mempersilahkan Anda masuk.
Otorisasi atau Authorization adalah proses memberi izin
seseorang atau suatu benda untuk melakukan sesuatu. Contoh, setelah Anda
dipersilahkan masuk, maka Anda akan diizikan untuk duduk di ruang tamu,
menonton tv, membaca majalah di meja, masuk ke kamar tidur Anda. Namun
tidak mengizinkan Anda menggunakan laptop ayah Anda atau membuka kotak
penyimpanan.
Proses otentikasi & otorisasi menyangkut 4 komponen penting.
Orang atau benda yang akan melakukan sesuatu dan dikonfirmasi indentitasnya, dalam contoh di atas Anda sendiri;
Aksi yang dilakukan, misal membaca, menonton;
Benda yang dikenakan Aksi, misal tv, buku, kamar tidur;
Peran atau role dari orang di dalam sistem, misal peran Anda di rumah yaitu sebagai Anak.
Perlu ditekankan di komponen terakhir peran. Pada saat Anda berdiri di depan pintu rumah, saat mengetuk pintu, maka peran Anda adalah "TAMU" atau "GUEST". Setelah ibu Anda mengkonfirmasi diri Anda dan mengizinkan Anda masuk ke dalam rumah, maka peran Anda berubah menjadi "ANAK". Jika yang mengetuk pintu ayah Anda maka setelah diizinkan masuk perannya berubah dari "TAMU" ke "KEPALA KELUARGA". Peran inilah yang menentukan aksi apa yang boleh Anda lakukan terhadap sebuah benda. AksiAksi apa saja yang bisa Anda lakukan berdasarkan peran Anda sering disebut dengan hak akses.
Menyiapkan Tabel Database
Langkah
pertama yang perlu dilakukan adalah membuat tabel yang akan digunakan
pada tutorial ini. Buatlah tabel dengan nama "user" seperti di bawah:
_______________________________________________________________________
| kolom | tipe data | keterangan |
-----------------------------------------------------------------------
| user_id | varchar(40) | primary key |
-----------------------------------------------------------------------
| name | varchar(50) | |
-----------------------------------------------------------------------
| password | varchar(50) | |
-----------------------------------------------------------------------
| type | varchar(20) | mencatat tipe/peran user |
-----------------------------------------------------------------------
CREATETABLE`user`(
`user_id`VARCHAR(40)NOTNULL,
`name`VARCHAR(50)NULL,
`password`VARCHAR(50)NULL,
`type`VARCHAR(20)NULL,
PRIMARYKEY(`user_id`))
DEFAULTCHARACTERSET= utf8
COLLATE= utf8_general_ci;
Perlu diperhatikan di tabel di atas ada satu kolom type, kolom type digunakan untuk mencatat/menentukan peran pengguna setelah berhasil login.
Membatasi Hak Akses Pengguna Berdasarkan Tipe/Peranan (Otorisasi)
Pada
bagian ini akan dimulai membuat kode php untuk membatasi hak akses.
Seperti dijelaskan di atas otentikasi & otorisasi menyangkut 4
komponen. Jika dikaitkan dengan contoh kode di tutorial ini maka 4
komponen tersebut adalah sebagai berikut:
Orang atau benda-> pengguna atau pengunjung website;
Pada
baris ke-2 sampai ke-5 digunakan untuk mencegah akses langsung ke file
config.php, file harus di-include oleh file lain dengan mendifinisikan konstanta__NOT_DIRECT terlebih dahulu.
Baris ke-7 adalah bagian terpenting, mendifinisikan konstanta BASE_URL
jika Anda mengakses tutorial ini di browser seperti
http://localhost/tutorial/multi-login/ maka BASE_URL diisi dengan
/tutorial/multi-login/. Jika http://localhost/multi-login/ maka isi
BASE_URL dengan /multi-login/. Tinggal hilangkan localhost, lebih
mudahnya lagi jika Anda membuat tutorial ini di folder
htdocs/tutorial/multi-login maka isi BASE_URL dengan
tutorial/multi-login.
Baris selanjutnya adalah mendefinisikan konstanta untuk koneksi ke database.
Konfigurasi Hak Akses Masing Masing Tipe User
Setelah
selesai mendefinisikan konfigurasi global, selanjutnya adalah membuat
file konfigurasi hak akses masing masing tipe user, halaman web mana
saja yang bisa diakses setiap tipe user.
Pertama buat folder dengan nama "akses".
Di dalam folder akses buatlah 3 file, file admin.php untuk pengguna dengan peran admin, file user.php untuk pengguna dengan peran user (user biasa), dan file guest.php untuk pengguna dengan peran guest.
Masing masing file tersebut adalah sebagai berikut:
file admin.php
ketiga file di atas berisi satu variabel dengan nama $__akses_config dengan tipe data array,
variabel $__akses_config berisi data array dari halaman halaman mana
saja yang bisa diakses masing masing tipe user. Contoh admin boleh
mengakses halaman admin/list-user.php sedangkan user dan guest tidak
bisa, kemudian semua pengguna bisa mengakses halaman login.php.
Jumlah file di folder akses tidak terpaku hanya 3 buah, bisa ditambah
sesuai dengan kebutuhan, sesuai dengan tipe user yang diinginkan.
File Untuk Otorisasi User
Langkah
selanjutnya adalah membuat file cek-akses.php. File ini digunakan untuk
menentukan apa peran pengguna dan halaman apa saja yang bisa
dikunjungi.
Pertama mencegah akses langsung ke file cek-akses.php, file harus
di-include oleh file lain dengan mendifinisikan konstanta __NOT_DIRECT
terlebih dahulu.
Membuka session di baris ke-7, baris ke-8 meng-include file config.php yang telah dibuat sebelumnya. Baris ke-9 sampai 14 mengecek apakah pengguna sudah login, jika belum login maka tipenya adalah "guest" dan sebaliknya tipe user sesuai dengan nilai $_SESSION['tipe_user'] (sesuai dengan nilai dari tabel user). Catatan:
Berikut penjelasan beberapa fungsi yang mungkin baru Anda ketahui:
DIRECTORY_SEPARATOR adalah konstanta yang berisi nilai 'pemisah folder', di windows nilainya \ dan di linux /.
__FILE__ adalah konstanta yang berisi nilai nama lengkap file
beserta nama foldernya misal, file cek-akses.php ada di folder
C:\xampp\htdocs\multi-login maka __FILE__ akan berisi
C:\xampphtdocsmulti-logincek-akses.php.
dirname fungsi untuk mendapatkan nama folder dari sebuah file atau
folder, dirname('C:\xampp\htdocs\multi-login\cek-akses.php'); akan
menghasilkan 'C:\xampp\htdocs\multi-login'.
Ketiga meng-include salah satu file yang ada di folder akses yang
dibuat sebelumnya, sesuai dengan tipe pengguna yang diperoleh pada kode
di atas. Jika tipe pengguna guest maka include file akses/guest.php,
jika admin maka include file akses/admin.php
Kelima jika pengguna tidak diizinkan dan pengguna belum login
maka pengguna dialihkan ke halaman login (baris 28 dan 29), sebaliknya
ditampilkan text "Anda tidak diizinkan mengakses halaman ini!" (baris
31).
Setelah membuat skrip untuk otorisasi pengguna di atas, langkah selanjutnya adalah membuat skrip untuk Otentikasi user.
File Login.php
Berikut adalah langkah langkah untuk membuat file login.php, langkah langkah mengotentikasi pengguna.
Pertama mendefinisikan konstanta __NOT_DIRECT dan meng-include file cek-akses.php
Ketiga cek kebenaran user_id dan password yang diinput pengguna.
Jika benar buat 3 session $_SESSION['tipe_user'], $_SESSION['user_id'],
dan $_SESSION['my_user_agent'] dan alihkan pengguna ke halaman
admin/index.php. Sebaliknya jika user_id atau password salah tampilkan
pesan "ID User atau password salah!"
Sekarang
buatlah folder admin dan file admin/index.php, admin/add-user.php dan
admin/add-artikel.php. Masing masing file ditambahkan kode di bawah di
bagian paling atas.
Sekarang
akses dari browser http://localhost/multi-login/admin/index.php maka
Anda akan dialihkan ke halaman login. Masukkan user id test dan password
123456. Setelah berhasil login akses
http://localhost/multi-login/admin/add-user.php maka akan muncul text
"Anda tidak diizinkan mengakses halaman ini!". Dengan langkah yang sama
coba login dengan admin dan password admin, lalu akses
http://localhost/multi-login/admin/add-user.php maka Anda akan
diperbolehkan mengaksesnya serta text "Anda tidak diizinkan mengakses
halaman ini!" akan hilang.
Pada posting singkat kali ini saya akan menjelaskan perbedaan
perintah System.out.print dan System.out.println di Java.
System.out.print dan System.out.println memiliki fungsi yang sama, yaitu
sama-sama berfungsi untuk mencetak angka atau karakter di Layar.
Lalu dimana perbedaan antara kedua perintah tersebut ? perbedaannya
adalah kalau perintah System.out.print setelah mencetak, maka posisi
kursor akan tepat berada disebelah angka atau karakter yang telah
dicetak. Sedangkan pada perintah System.out.println, setelah mencetak,
maka posisi kursor akan pindah ke baris baru, tepat dibawah angka atau
karakter yang telah dicetak oleh perintah System.out.println sebelumnya.
Untuk jelasnya, coba perhatikan kedua script dibawah ini:
public class latihan1 {
public static void main(String[] args)
{
System.out.print(“abc”);
System.out.print(“def”);
}
}
Apabila script latihan1 tersebut dijalankan, maka output program akan berupa :
abc
Berikut ini merupakan script kedua yang menggunakan perintah System.out.println :
public class latihan2 {
public static void main(String[] args)
{
System.out.println(“abc”);
System.out.println(“def”);
}
}
Apabila script latihan2 tersebut dijalankan, maka output program akan berupa :
abc
def
Semoga kedua contoh script ini dapat memberikan gambaran perbedaan
antara perintah System.out.print dan System.out.println di Java.
Sekian saja posting kali ini. Selamat mencoba dan good luck
pada posting kali ini saya akan mencoba menguraikan apa itu PHP dan 2 istilah teknik yaitu server side dan client side
Kepanjangan dari PHP adalah PHP: Hypertext Preprocessor. pasti kalian
merasa bingung kok singkatan PHP ada kata kata PHP lagi?. Sama saya
juga bingung tapi kita terima aja dech maklum bukan saya yang
menciptakan PHP ini, jadi tidak berhak melakukan protes
PHP merupakan bahasa pemrograman yang berjalan di sisi server atau biasa disebut dengan Server Side. Bingung dengan istilah tersebut.? Jangan khawatir saya akan berusaha
menjelaskan dengan bahasa yang mudah dimengerti untuk istilah tersebut.
Secara garis besar bahasa pemrograman web terdiri dari dua macam. Yang pertama disebut dengan Client Side
atau script yang dijalankan di komputer client dan yang kedua biasanya
disebut dengan Server Side atau script yang dijalankan pada komputer
server. Gampangnya begini kalo Client Side adalah script atau perintah
yang ditujukan pada komputer untuk dijalankan pada komputer milik orang
yang mengakses web tersebut. Misalnya kalian mengakses web site
www.indrabt.com. Apabila web site ini memiliki script client side yang
berguna untuk menampilkan misalnya gambar logo milik web site ini maka
yang menjalankan script tersebut adalah komputer kalian atau dengan kata
lain browser kalian. Apabila script yang berguna untuk menampilkan
gambar logo adalah bersifat server side maka pertama tama script
tersebut akan diproses di server tempat web site tersebut berada
(biasanya disebut dengan hosting), setelah diproses baru hasil
pemrosesan tersebut akan dikirimkan pada client yang mengakses web site
tersebut. Begitu gambarannya.
nach apa saja bahasa pemrograman web yang termasuk dalam Client Side
dan Server Side. Saya akan memberikan contoh yang paling banyak
digunakan aja soalnya saya juga gak hafal sich semua macam bahasa
pemrograman web baik yang client maupun server side. Bahasa pemrograman
Client Side yang terkenal adalah Javascript, VBScript, beserta dengan
teman-temannya. Sedangkan bahasa pemrograman server side yang terkenal
adalah PHP, Ruby On Rail, JSP, ASP, ASP.NET, dan masih banyak lagi.
nach untuk hari ini itu aja postingan saya biar kalian tidak terlalu
pusing. Takutnya kalau kalian pusing malah jadi males belajar PHP and
saya juga yang rugi. lo kok bisa?, pasti itu yang muncul di benak
kalian. jawabannya gampang aja. Soalnya saya udah ngetik banyak banyak
dan tidak ada yang baca, menurut kalian rugi nggak udah ngetik banyak
banyak malah tidak ada yang baca
postingan berikutnya saya akan mencoba menguraikan apa saja yang
dapat dilakukan oleh PHP. Jadi tunggu postingan berikutnya or next
episode oke.
Beberapa fitur yang ditawarkan Java API antara lain sebagai berikut :
a. Aplet
Program Java yang dapat berjalan di atas browser, yang dapat membuat halaman HTML lebih dinamis dan menarik.
b. Java Networking
Sekumpulan API (Aplication Programming Interface) yang menyediakan
fungsi - fungsi untuk aplikasi – aplikasi jaringan, seperti penyediaan
akses untuk TCP, UDP, IP Adrress dan URL. Tetapi Java Networking tidak
menyediakan akses untuk ICMP dikarenakan alasan sekuriti dan pada
kondidi umum hanya administrator ( root ) yang bisa memanfaatkan
protokol ICMP.
c. Java Database Connectivity (JDBC)
JDBC menyediakan sekumpulan API yang dapat digunakan untuk mengakses
database seperti Oracle, MySQL, PostgreSQL, Microsoft SQL Server.
d. Java Security
Java Security menyediakan sekumpulan API untuk mengatur security dari
aplikasi Java baik secara high level atau low level,
seperti public/private key management dan certificates.
e. Java Swing
Java Swing menyediakan sekumpulan API untuk membangun aplikasi –
aplikasi GUI (Graphical User Interface) dan model GUI yang diinginkan
bisa bermacam – macam, bisa model Java, model Motif/CDE atau model yang
dependent terhadap platform yang digunakan.
f. Java RMI
Java RMI menyediakan sekumpulan API untuk membangun aplikasi –
aplikasi Java yang mirip dengan model RPC (Remote 4 Procedure Call)
jadi object - object Java bisa di call secara remote pada jaringan
komputer.
g. Java 2D/3D
Java 2D/3D menyediakan sekumpulan API untuk membangun grafik – grafik 2D/3D yang menarik dan juga akses ke printer.
h. Java Server Pages
Berkembang dari Java Servlet yang digunakan untuk menggantikan
aplikasi – aplikasi CGI, JSP (Java Server Pages) yang mirip ASP dan PHP
merupakan alternatif terbaik untuk solusi aplikasi Internet.
i. JNI (Java Native Interface)
JNI menyediakan sekumpulan API yang digunakan untuk mengakses fungsi –
fungsi pada library (*.dll atau *.so) yang dibuat dengan bahasa
pemrograman yang lain seperti C,C++, dan Basic.
j. Java Sound
Java Sound menyediakan sekumpulan API untuk manipulasi sound.
k. Java IDL + CORBA
Java
IDL (Interface Definition Language) menyediakan dukungan Java untuk
implementasi CORBA (Common Object Request Broker) yang merupakan model
distributed-Object untuk solusi aplikasi besar di dunia networking.
l. Java Card
Java Card utamanya digunakan untuk aplikasi – aplikasi pada smart card, yang sederhana wujudnya seperti SIM Card pada handphone.
m. JTAPI (Java Telephony API)
Java
Telepony API menyediakan sekumpulan API untuk memanfaatkan devices –
devices telepony, sehingga akan cocok untuk aplikasi – aplikasi CTI
(Computer Telephony Integration) yang dibutuhkan seperti ACD (Automatic
Call Distribution), PCPBX dan lainnya.
Guna mencakup lingkungan-lingkungan aplikasi yang berbeda, Sun mendefinisikan 3 (tiga) edisi java, yaitu :
1. J2ME (Java Micro Edition)
Edisi ini ditunjukan bagi lingkungan dengan sumber daya terbatas, seperti smartcard, ponsel, dan PDA.
2. J2SE (Java 2 Standard Edition)
Edisi ini ditunjukan bagi lingkungan workstation, seperti pembuatan aplikasi-aplikasi desktop.
3. J2EE (Java 2 Enterprise Edition)
Edisi ini ditunjukan bagi lingkungan Internet atau aplikasi terdistribusi dalam skala besar.
Perbedaan setiap edisi meliputi fitur-fitur bahasa yang didukung dan
API yang tersedia. Berdasarkan tingkatannya, edisi yang lebih tinggi
mampu mengemulasi edisi yang lebih rendah. Adapun urutan edisi yang
tertinggi ke rendah adalah J2EE, J2SE, J2ME.
Sedangkan pada Versi java kita cermati dari versi-versi Java yang telah
dirilis Sun yang menggunakan dua jenis versi, yaitu versi produk dan
versi developer. Seperti kita ketahu, versi terbaru saat ini adalah
versi 6 (Versi produk) atau versi 1.6.5 (Versi developer), dengan nama
kode Mustang. Sejak tahun 2006, Sun juga menyederhanakan penamaan
platform dengan tujuan untuk mencerminkan tingkat kematangan,
stabilitas, skalabilitas, dan sekurity yang lebih baik. Jika penamaan
versi sebelumnya adalah Java 2 Platform, Standard Edition 5.0 (J2SE
5.0), maka sekarang disederhanakanmenjadi Java Platform, Standard
Edition 6 (Java SE 6, atau lebih sering disebut Java 6).
Pertama, mari kita bicara tentang bentuk logo itu sendiri; itu adalah
sebuah gambar pada sebuah piring cangkir dengan uap di atas. Salah
satu hal yang menarik dari desain adalah bahwa gambar terdiri dari
garis melengkung sederhana (8 baris di total, 6 baris untuk cangkir dan
piring dan 2 untuk uap).
Tentang warna, itu terdiri dari 2 warna utama (merah dan biru) yang
adalah 2 warna utama dalam desain. Dengan menggunakan dua warna ini,
dapat ditempatkan bagus di backgroud warna berbeda tetapi masih tetap
kontras yang bagus … Hei, mari kita lihat uap, harus putih pada
kenyataannya, mengapa … merah? Uhmm mungkin tidak hanya keluar uap
cangkir, itu acttualy api: D Wow itu benar-benar tampak seperti api
sekarang. Aku sekarang dapat melihat satu titik menarik di sini cangkir
membuat Anda berpikir 2-line uap seperti uap, tetapi warna uap
memberitahu Anda bahwa itu api, atau dengan kata lain, cangkir jangkar
arti dari baris 2-simbol sebagai uap sementara warna simbol jangkar
arti dari simbol sebagai api, begitu menarik.
Api adalah simbol kekuasaan, panas, energi, kekuatan, bahaya dan
lain-lain Berdasarkan makna asosiasi ini, hal itu menunjukkan sebuah
rasa kekuatan bahasa pemrograman ini, Jawa. Memang, Java adalah bahasa
yang kuat di bidang komputer, terutama pada lingkungan Web. Dengan
sebuah program di Java, Anda bisa mendapatkannya berjalan di hampir
sistem komputasi. Aku tidak akan sejauh ini untuk teknis Java … tetapi
dengan menggunakan “uap api”, perancang telah ditransfer kepada kita
kekuatan bahasa Java. Selain itu, api adalah cahaya merah yang
berarti kegembiraan, gairah berarti bahwa Anda sebagai seorang
programmer atau pengguna dapat menemukan kebahagiaan dengan aplikasi
yang ditulis dalam bahasa ini.
Tentang tipografi, hanya ada satu kata Java . Desainer menggunakan
sans-serif daripada serif untuk kata ini. Alasan untuk ini adalah
bahwa logo Java kebanyakan akan muncul di layar komputer, san-serif
font dapat mengakibatkan efek dari kurang berkedip-kedip-font serif.
Untuk perangkat PDA, logo bahkan mungkin sangat kecil di atas kiri
atau kanan bawah dari layar, kami tidak dapat mengenali kata Java
kalau font serif dalam situasi seperti itu.